<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kreasi Pendidik Masa Depan</title>
	<atom:link href="http://aaxu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aaxu.wordpress.com</link>
	<description>Maju terus !</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 02:14:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aaxu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/637ba2d0acd79b85271ae5376cf7ce10?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kreasi Pendidik Masa Depan</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SIMPOSIUM NASIONAL PENDIDIKAN DASAR (Telaah Model Pendidikan Dasar Islam)</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com/2009/11/12/simposium-nasional-pendidikan-dasar-telaah-model-pendidikan-dasar-islam/</link>
		<comments>http://aaxu.wordpress.com/2009/11/12/simposium-nasional-pendidikan-dasar-telaah-model-pendidikan-dasar-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 02:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaxu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Opini & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Bagi kamu-kamu yang melek pendidikan n ngaku peduli akan pendidikan di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[WAJIB ikut acara simposium ini !!!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaxu.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kamu-kamu yang melek pendidikan n ngaku peduli akan pendidikan di Indoensia, WAJIB ikut acara simposium nasional ini !!!
CATAT TANGGALNYA &#38; IKUTI !

Posted in Agama, filsafat, Opini &#38; Artikel, pendidikan, Sosial Politik Tagged: Bagi kamu-kamu yang melek pendidikan n ngaku peduli akan pendidikan di Indonesia, WAJIB ikut acara simposium ini !!!     [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=80&subd=aaxu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Bagi kamu-kamu yang melek pendidikan n ngaku peduli akan pendidikan di Indoensia, WAJIB ikut acara simposium nasional ini !!!</p>
<p style="text-align:center;">CATAT TANGGALNYA &amp; IKUTI !</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-79" title="simponas2" src="http://aaxu.files.wordpress.com/2009/11/simponas2.jpg?w=451&#038;h=619" alt="simponas2" width="451" height="619" /></p>
Posted in Agama, filsafat, Opini &amp; Artikel, pendidikan, Sosial Politik Tagged: Bagi kamu-kamu yang melek pendidikan n ngaku peduli akan pendidikan di Indonesia, WAJIB ikut acara simposium ini !!! <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaxu.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaxu.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaxu.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaxu.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaxu.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaxu.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaxu.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaxu.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaxu.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaxu.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=80&subd=aaxu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaxu.wordpress.com/2009/11/12/simposium-nasional-pendidikan-dasar-telaah-model-pendidikan-dasar-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/275daa3ff4eeb3a301f51086e0470d64?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aaxu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aaxu.files.wordpress.com/2009/11/simponas2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">simponas2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Panduan Menjadi Guru Profesional</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com/2009/05/16/panduan-menjadi-guru-profesional/</link>
		<comments>http://aaxu.wordpress.com/2009/05/16/panduan-menjadi-guru-profesional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 May 2009 07:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaxu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaxu.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Qurroti A&#8217;yun*
Judul : Buku Panduan Praktis: Menjadi Guru Unggul
Penulis : Ahmad Barizi
Penerbit : Ar-Ruzz Media &#8211; Yogyakarta
Cetakan I : 2009
Tebal : 172 halaman
Bangsa yang berkualitas adalah bangsa yang maju pendidikannya. Karena pendidikan adalah penentu sebuah bangsa menjadi berkembang dan berkualitas. Kiranya komitmen dan cara pandang seperti inilah yang seharusnya dimiliki dan tertanam dalam pikiran semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=66&subd=aaxu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em><img class="alignleft size-medium wp-image-67" title="Cover Buku Menjadi Guru Unggul" src="http://aaxu.files.wordpress.com/2009/05/cover-buku-menjadi-guru-unggul.jpg?w=196&#038;h=300" alt="Cover Buku Menjadi Guru Unggul" width="196" height="300" />Oleh:</em> Qurroti A&#8217;yun*</strong></p>
<p>Judul : Buku Panduan Praktis: Menjadi Guru Unggul<br />
Penulis : Ahmad Barizi<br />
Penerbit : Ar-Ruzz Media &#8211; Yogyakarta<br />
Cetakan I : 2009<br />
Tebal : 172 halaman</p>
<p>Bangsa yang berkualitas adalah bangsa yang maju pendidikannya. Karena pendidikan adalah penentu sebuah bangsa menjadi berkembang dan berkualitas. Kiranya komitmen dan cara pandang seperti inilah yang seharusnya dimiliki dan tertanam dalam pikiran semua orang dalam suatu bangsa. Karena pendidikan merupakan sesuatu yang sangat vital bagi pembentukan karakter sebuah peradapan dan kemajuan yang mengiringnya. Karena itu, sebuah peradapan yang memperdayakan akan lahir dari suatu pola pendidikan dalam skala luas yang tepat guna dan efektif bagi konteks dan mampu menjawab segala tantangan zaman.</p>
<p>Pendidikan yang maju tidak bisa lepas dari peran serta guru sebagai pemegang kunci keberhasilan. Guru menjadi fasilitator yang melayani, membimbing, membina dengan piawai dan mengusung siswa menuju gerbang keberhasilan. Hidup dan mati sebuah pembelajaran bergantung sepenuhnya kepada guru. Guru mempunyai tanggung jawab menyusun strategi pembelajaran yang menarik dan yang disenangi siswa, yakni rencana yang cermat agar peserta didik dapat belajar, butuh belajar, terdorong belajar, mau belajar, dan tertarik untuk terus-menerus mempelajari pelajaran.<span id="more-66"></span></p>
<p>Sebagai tenaga pendidik yang memiliki kemampuan kualitatif, guru harus mneguasai ilmu keguruan dan mampu menerapkan strategi pembelajaran untuk mengantarkan siswanya pada tujuan pendidikan, dalam hal ini pendidikan agama misalnya, yaitu terciptanya generasi mukmin yang berkepribadian Ulul Albab dan insan kamil. Banyak model pembelajaran di sekolah yang bisa diaplikasikan oleh guru. misalnya, model pembelajaran secara terpadu, baik dengan pusat-pusat pendidikan -orang tua, masyarakat, dan sekolah-, maupun terpadu dengan materi lain.</p>
<p>Oleh sebab itu, guru harus memperolah tempat yang layak dalam pembangunan karakter bangsa serta menghargai dan sekaligus memberdayakan guru dalam konteks reformasi pendidikan adalah wajib hukumnya. Sebab, profesionalitas guru merupakan hal paling utama bagi keberhasilan suatu sistem pendidikan. Guru harus dihargai dan diberdayakan sesuai dengan prestasi yang dicapainya.</p>
<p>Namun pada kenyataannya tidak mudah menjadi seorang guru yang mampu menjadikan siswanya manusia yang berkualitas dan berakhlak karimah menuju arah kehidupan yang lebih baik, tentu saja membutuhkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Sejumlah syarat yang yang dapat menjawab tantangan dan peluang pembelajaran serta menyusun strategi pembelajaran yang unggul dan profesional. Profesionalisme keguruan bukan hanya memproduksi siswa menjadi pintar dan skilled, akan tetapi bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki siswa menjadi aktual. Di sinilah kepribadian profesional guru diidamkan.</p>
<p>Untuk itu, maka menjadi keharusan bagi semua kalangan yang sedang menggeluti dunia pendidikan, khususnya guru untuk membaca dan menjadikan buku ini sebagai acuan. Panduan untuk menjadi sosok pendidik yang unggul idaman semua siswa. Buku yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami ini memang pantas untuk dikoleksi. Secara gamblang buku “panduan praktis menjadi guru unggul” ini menjabarkan bagaimana menciptakan pembelajaran yang produktif dan profesional. Suatu usaha memodifikasi proses integrasi dan optimalisasi sistem pendidikan di sekolah, dengan harapan menjadi pedoman yang signifikan bagi proses pembentukan kepribadian siswa yang kokoh yakni intelektual, moral dan spiritual.</p>
<p>Tidak banyak buku yang berorientasi pada bagaimana menciptakan sistem pendidikan di sekolah yang efektif, praktis dan operasional seperti buku karangan Ahmad Bahrizi, dosen sekaligus mahasiswa program Doktor pada program pascasarjana UIN Jakarta ini. Selain kerangka filosofisnya yang menggugah hati nurani, yang belum dimiliki oleh buku-buku lain. Setidakny hal ini bisa dibaca pada kerangka metodologis yang disajikan dengan lugas dan populer serta praktis dikembangkan ke berbagai sistem pendidikan yang ada. Baca lebih dalam dan tuntas pembahasan buku ini, panduan lengkap bagaimana menjadi seorang guru yang unggul sehingga dapat mencetak pribadi yang berkualitas dan berakhlak karimah.</p>
<p><em><strong>*) Qurroti A&#8217;yun, S.Pd.I.<br />
Mahasiswi Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SD  Bertaraf Internasional &#8220;Bani Hasyim&#8221;  Singosari Kab. Malang.</strong></em></p>
Posted in pendidikan, Resensi Buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaxu.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaxu.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaxu.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaxu.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaxu.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaxu.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaxu.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaxu.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaxu.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaxu.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=66&subd=aaxu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaxu.wordpress.com/2009/05/16/panduan-menjadi-guru-profesional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/275daa3ff4eeb3a301f51086e0470d64?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aaxu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aaxu.files.wordpress.com/2009/05/cover-buku-menjadi-guru-unggul.jpg?w=196" medium="image">
			<media:title type="html">Cover Buku Menjadi Guru Unggul</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangsangan Kecerdasan Anak Genius</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/rangsangan-kecerdasan-anak-genius/</link>
		<comments>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/rangsangan-kecerdasan-anak-genius/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 06:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaxu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaxu.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Judul	 : Cerdas dan Kreatif Melalui Permainan
 (100 Permainan Genius untuk Anak 
 Penulis : Grace Jasmine 
 Penerjemah : Pungki K. Timur, S.Pd.
 Penerbit : Locus Yogyakarta 
 Cetakan I : Mei 2008 Tebal : 192 halaman 
Oleh: Qurroti A&#8217;yun, S.Pd. 
Mempunyai anak ceria, sehat dan cerdas tentu merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=43&subd=aaxu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Judul	 : Cerdas dan Kreatif Melalui Permainan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> (100 Permainan Genius untuk Anak </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Penulis : Grace Jasmine </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Penerjemah : Pungki K. Timur, S.Pd.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Penerbit : Locus Yogyakarta </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial,sans-serif;"> Cetakan I : Mei 2008 Tebal : 192 halaman </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial,sans-serif;">Oleh: Qurroti A&#8217;yun, S.Pd. </span></p>
<p>Mempunyai anak ceria, sehat dan cerdas tentu merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu membuat setiap kegiatan sehari-hari bersama balita kita dapat dilakukan dengan menyenangkan. Setiap kegiatan gunakan sebagai arena bermain. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang suka bermain.</p>
<p>Namun, pada keyataannya sebagian orang tua masih berkonotasi negatif terhadap kegiatan bermain. Mereka berpendapat bahwa bermain adalah kegiatan yang tidak berguna dan menjadikan anak malas untuk bekerja dan belajar. Padahal anggapan seperti itu tidaklah tepat karena justru dengan bermain akan menimbulkan kreativitas pada anak, mengembangkan tingkah laku sosial anak, dan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.<span id="more-43"></span></p>
<p>Dunia anak sejatinya merupakan dunia bermain yang mengasyikkan, terutama di usia dini. Oleh karena itu, para pakar psikologi perkembangan anak banyak menciptakan metode-metode bermain kreatif untuk menunjang pertumbuhan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak usia dini. Melalui aktivitas bermain yang dikemas secara edukatif, pasalnya anak-anak sedang belajar banyak. Bermain sambil belajar tentang banyak hal.</p>
<p>Mengingat pentingnya permainan bagi anak-anak, khususnya bagi balita kita maka sebagai orang tua kita perlu menyodorkan berbagai macam permainan pada balita kita. Jangan batasi balita kita dengan satu permainan saja. Tawarkan permainan yag lebih variatif dan menyenangkan. Sehingga dengan begitu akan terangsang kreativitasnya. Misalnya, jika kita sedang membersihkan kamar tidur, maka ajaklah balita kita dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Tunjukkan nama benda-benda yang ada dalam kamar kita, hingga dia tahu dia sedang berada di kamar tidur. Atau dalam kegiatan-kegiatan yang lain yang tentunya dapat bermafaat buatsi kecil. Belajar sambil bermain memang sangat menyenangkan. Karena tanpa kita sadari balita kita telah belajar banyak hal dengan cara bermain.</p>
<p>Jika anda merasa kesulitan dalam menciptakan permainan-permainan yang kreatif dan bervariasi, maka anda tidak perlu merasa khawatir, karena kini telah hadir sebuah buku yang khusus menawarkan permainan-permainan sederhana yang midah diikuti dan tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus. Dengan mencoba memanfaatkan benda-benda yang sudah ada di rumah. Selain menyenangkan permainan ini juga menjadi media untuk mencurahkan kasih sayang pada anak, sehingga anak merasa disayang dan dicintai.</p>
<p>Uniknya, selain mengetengahkan berbagai permainan yang menyenangkan, tidak mahal, menggairahkan, sekaligus merangsang otak kanan putra dan putri anda, buku yang cerdas dan kreatif ini juga menyajikan dua bentuk permainan. Bentuk pertama berisi permainan yang bisa dimainkan di dalam ruangan dan bentuk kedua berisi permainan yang bisa dimainkan di luar ruangan.</p>
<p>Permainan di dalam ruangan bisa dilakuakan dengan memanfaatkan ruangan-ruangan yang ada di rumah, sehingga permainan ini bisa menjadi ajang untuk memperkenalkan ruangan-ruangan yang ada di rumah pada balita kita. Sedangkan permainan di luar ruangan disusun dengan memanfaatkan perubahan musim, bulan, dan hari besar sehingga balita kita akan memperoleh berbagai jenis rangsangan dari lingkungan yang selalu berubah.</p>
<p>Bersama buku “Cerdas dan Kreatif Melalui Permainan: 100 Permainan Genius untuk Anak” karangan Grace Jasmine, dengan judul asli “Quick and Fun Games For Toddlers” berbagai aktivitas permainan menyenangkan dapat dimainkan bersama balita kita.</p>
<p>Secara tidak langsung balita kita akan mengenal lingkungannya dengan baik sekaligus memulai kegiatan sosialisasi pertamanya. Karena anak dengan kecerdasan emosional akan lebih mudah mengenali, mengendalikan emosi dan perasaan antar sesama. Tak heran ketika anak yang memiliki kecerdasan emosional akan lebih disukai oleh lingkungannya.</p>
<p>*) Qurroti A&#8217;yun, S.Pd.I.<br />
Guru SD Bertaraf Internasional “Bani Hasyim” Singosari Kab. Malang dan Mahasiswi Program Pascasarjana UIN Malang.</p>
<p style="margin-bottom:0;">
Posted in pendidikan, Resensi Buku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaxu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaxu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaxu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaxu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaxu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaxu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaxu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaxu.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaxu.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaxu.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=43&subd=aaxu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/rangsangan-kecerdasan-anak-genius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/275daa3ff4eeb3a301f51086e0470d64?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aaxu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Berbasis Bhineka Tunggal Ika</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/pendidikan-berbasis-bhineka-tunggal-ika/</link>
		<comments>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/pendidikan-berbasis-bhineka-tunggal-ika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 05:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaxu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaxu.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi
Penulis : Ngainun Naim dan Achmad Sauqi
Penerbit : Ar-Ruzz Media Yogyakarta
Cetakan I : Juni  2008
Tebal : 248 halaman

Oleh: Qurroti A&#8217;yun, S.Pd.I.*
 
Sebuah bangsa dan masyarakat tidak akan pernah mendapatkan kemajuan tanpa pendidikan. Kiranya komitmen dan cara pandang seperti inilah yang seharusnya dimiliki dan tertanam dalam pikiran semua orang dalam suatu bangsa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=37&subd=aaxu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Judul : Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi</p>
<p>Penulis : Ngainun Naim dan Achmad Sauqi</p>
<p>Penerbit : Ar-Ruzz Media Yogyakarta</p>
<p>Cetakan I : Juni  2008</p>
<p>Tebal : 248 halaman</p>
<p style="text-align:center;">
Oleh: Qurroti A&#8217;yun, S.Pd.I.*</p>
<p> </p>
<p>Sebuah bangsa dan masyarakat tidak akan pernah mendapatkan kemajuan tanpa pendidikan. Kiranya komitmen dan cara pandang seperti inilah yang seharusnya dimiliki dan tertanam dalam pikiran semua orang dalam suatu bangsa. Karena pendidikan merupakan sesuatu yang sangat vital bagi pembentukan karakter sebuah peradapan dan kemajuan yang mengiringnya. Karena itu, sebuah peradapan yang memperdayakan akan lahir dari suatu pola pendidikan dalam skala luas yang tepat guna dan efektif bagi konteks dan mampu menjawab segala tantangan zaman.</p>
<p> Bangsa Indonesia, yang sejak dulu dikenal sebagai negeri yang majemuk, kemajemukan yang menjadi landasan berkehidupan dan berkebangsaan yang telah membuat bangsa kita ini menjadi bangsa yang besar. Dengan berdiri di atas segala perbedaan baik dalam hal agama, suku, dan ras. Karena itu, perbedaan dan kemajemukan ini harus dinikmati dan disyukuri dengan membentuk sebuah peradapan yang inklusif dan toleran dalam segala sendi kehidupan.</p>
<p> Namun, fenomena yang kita lihat di negeri kita ini justru menggugurkan kesan dan karakter yang disandarkan atas bagsa Indonesia tersebut. Bagaimana tidak, setelah kita melihat kenyataan peradapan yang ada, masih megedepankan pola pikir emosional-ekskusivitas. Akibatnya pola hidup inklusif menjadi sangat langka dan kalau pun ada akan sangat mahal untuk bisa diwujudkan.<span id="more-37"></span></p>
<p> Bertolak pada kenyataan di atas, tentu kita harus kembali kepada pendidikan, yang yang salah satunya adalah pendidikan pluralis-multikultural, yang akan selalu mengedepankan praktik kehidupan inklusif-toleran segala perbedaan, apa pun perbedaannya. Bagaimanapun juga pedidikan semacam ini memiliki konstribusi dan nilai yang signifikan untuk membangun pemahaman dan juga kesadaran terhadap substansi dan nilai-nilai pluralis dan multikulturalis. Disamping itu, pedidikan sejenis ini juga merupakan salah satu media yang paling efektif untuk melahirkan generasi yang memiliki pandangan yang mampu menjadikan keragaman sebagai bagia yang harus diapresiasi secara konstruktif.</p>
<p> Penjelasan yang utuh dan sistematis terkait dengan pendidikan multikultural baik secara konsep maupun aplikatif, diajukan oleh sebuah buku hasil karya dari dua orang ahli sekaligus praktisi dalam dunia pendidikan, yakni buku yang mereka beri judul &#8220;Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi&#8221;. Merupakan satu-satunya referensi wajib bagi orang-orang yang memang mau dan peduli akan kelestarian kebudayaan bangsa Indonesia, yang notabene adalah bangsa yang plural dan majemuk, dengan semangat nasionalisme yang kita punya &#8220;Bhineka Tunggal Ika&#8221;.</p>
<p> Dalam kondisi seperti ini, kehadiran buku ini diharapkan mampu mengisi kekurangan dalam tema pendidikan berbasis pluralis-multikuktural. Karena dibandingkan dengan buku-buku lain yang masih berkutat secara teoritik, belum menyentuh dalam kerangka operasioal, buku ini secara detail membahas dasar-dasar pendidikan pluralis-multikultural beserta segala aspek teori dan kerangka operasionalnya. Dengan harapan terciptanya sebuah kehidupan yang harmoni, damai, selaras, dan berperadapan dengan mengedepankan semangat saling bekerjasama dalam menegakkan kebenaran dan kebaikan serta menjahui segala bentuk kerusakan dan pertikaian.</p>
<p> Selain itu, pendidikan jenis ini menekankan pada pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan agama. Sehingga kita mampu melihat kemanusiaan sebagai sebuah keluarga yang memiliki perbedaan maupun kesamaan cita-cita.</p>
<p> Karena bagaimana pun segala perbedaan itu adalah rahmat dari Tuhan yang patut disyukuri dan dinikmati untuk kemudian dijadikan sebagai tonggak untuk berkehidupan yang humanis dan toleran. Jadi, kehadiran buku ini tentu saja sangat penting artinya bagi kehidupan berbangsa kita yang nampak eksklusif dan individualistis. Suatu bentuk kehidupan yang hanya mementingkan diri atau kelompoknya sendiri tanpa memandang diri atau kelompok lain yang juga membutuhkan kehidupan berdasarkan keyakinannya masing-masing dalam menjalani kehidupan ini.</p>
<p> *) Qurroti A&#8217;yun, S.Pd.I.</p>
<p> Mahasiswa Program Pascasarjana UIN Malang dan Guru SD Bertaraf Internasional &#8220;Bani Hasyim&#8221;  Singosari Kab. Malang<br />
.</p>
Posted in pendidikan, Resensi Buku, Sosial Politik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaxu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaxu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaxu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaxu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaxu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaxu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaxu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaxu.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaxu.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaxu.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=37&subd=aaxu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaxu.wordpress.com/2008/12/12/pendidikan-berbasis-bhineka-tunggal-ika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/275daa3ff4eeb3a301f51086e0470d64?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aaxu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dialektika Islam vis a vis Barat</title>
		<link>http://aaxu.wordpress.com/2008/02/20/dialektika-islam-vis-a-vis-barat/</link>
		<comments>http://aaxu.wordpress.com/2008/02/20/dialektika-islam-vis-a-vis-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 04:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aaxu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini & Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aaxu.wordpress.com/2008/02/20/dialektika-islam-vis-a-vis-barat/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Qurroti A&#8217;yun*)
Kalau ada yang mengatakan bahwa Islam saat ini telah &#8220;kehilangan&#8221; peradapan maka itu adalah ungkapan yang benar. Fenomena modernisasi telah membawa dampak cukup serius dalam tatanan kehidupan umat beragama, khususnya bagi agama Islam. Sejatinya peradapan adalah tonggak kemajuan suatu bangsa. Jika Barat telah membuat rancu dalam mendefinisikan peradapan sebagai sebuah nilai budaya atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=30&subd=aaxu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em>Oleh:</em> Qurroti A&#8217;yun*)</strong></p>
<p>Kalau ada yang mengatakan bahwa Islam saat ini telah &#8220;kehilangan&#8221; peradapan maka itu adalah ungkapan yang benar. Fenomena modernisasi telah membawa dampak cukup serius dalam tatanan kehidupan umat beragama, khususnya bagi agama Islam. Sejatinya peradapan adalah tonggak kemajuan suatu bangsa. Jika Barat telah membuat rancu dalam mendefinisikan peradapan sebagai sebuah nilai budaya atau perkembangan sains dan teknologi saja maka Islam secara lugas menegaskan bahwa sebenarnya peradapan memiliki makna yang utuh. Yaitu satu kesatuan yang berkomposisikan nilai-nilai budaya, intelektual, dan moral suatu bangsa.</p>
<p>Tanpa disadari secara pasti arus globalisasi telah berhasil mengkebiri tradisi, nilai-nilai dan ritual keagamaan umat Islam. Sangat disayangkan kemodernan yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih justru  menimbulkan krisis kemanusiaan. Dimana secara terbuka nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama menjadi tidak akut lagi dalam nuansa kebangsaan saat ini. Pasalnya,  kehadiran modernisasi yang mentuhankan sekulerisme telah membawa pengaruh negatif terhadap tatanan kehidupan umat beragama. Khususnya dalam mengekspresikan kualitas keberagamaan antar pemeluk yang bervariasi.<span id="more-30"></span></p>
<p>Kalau kita menengok kembali ke belakang, rekaman sejarah masa lalu mencatat bahwa sesungguhnya para pemikir Islam (ulama) dengan sejumlah maha karyanya adalah pencetus ilmu pengetahuan sekaligus mampu menorehkan ilmu pengetahuan sebagai sumber peradapan bagi kehidupan manusia. Terbukti pada abad pertengahan para ilmuan muslim sudah mampu menghasilkan sejumlah karya ilmiah, diantaranya seperti Ibnu Haitam, al-Biruni, al-Khawarizmi, Ibnu Rusyd, Ibnu sina, al-Razi, al-Tusi dan lain sebagainya.</p>
<p>Ironisnya, masa keemasan Islam pada waktu itu tidak bertahan lama. Pada era sesudah itu umat Islam harus meratapi kemunduran akan pemikiran berbasis rasional. Kecenderungan umat Islam dalam mengkaji nilai-nilai spiritual sebagai acuan terpenuhinya kepuasan ruhaniah mereka menjadi pemicu utama merosotnya kinerja para intelektual muslim pada masanya. Akibatnya pengembangan aspek intelektualitas-rasionalitas menjadi terabaikan.</p>
<p>Cabang-cabang ilmu keislaman mampu menyedot perhatian ketimbang ilmu-ilmu kealaman. Bersamaan dengan kondisi umat Islam yang tidak stabil ini, dunia barat malah sedang mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Jelaslah sudah jika umat Islam harus bertekuk lutut ketika harus menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan modern yang mengakibatkan terjadinya disintegrasi ilmu pengetahuan dan agama. Inilah kondisi umat Islam yang terjajah keilmuannya oleh Barat yang dimulai sejak itu, parahnya berlangsung hingga sekarang.</p>
<p>Kemudian pertanyaannya adalah bagaimana caranya kita umat Islam mampu menjawab dan menyikapi arus negatif modernitas? Diakui atau tidak kemunculan modernitas telah membawa virus berbahaya ke dalam tubuh agama (Islam). Salah satunya adalah mendistorsi persoalan etika dan moralitas yang sangat dijunjung tinggi ajaran agama (Islam). Ini adalah pertanyaan besar yang ditujukan kepada kita semua sebagai umat Islam. Suatu tanggung jawab agama yang harus kita pikul secara bersama-sama. Karena memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah tugas setiap umat Islam.</p>
<p>Oleh karena itu, upaya menyandingkan teks agama dan nalar manusia menjadi agenda penting selanjutnya bagi umat Islam. Karena secara konseptual antara wahyu dan nalar adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Dalam hal ini, kita sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan berkewajiban untuk memaknai secara teologis teks agama dan nalar manusia ke dalam realitas ilmu pengetahuan.</p>
<p>Dalam konteks ini kita bisa mengambil tindakan dalam bentuk &#8220;Islamisasi sains&#8221;. Artinya dasar-dasar ilmu pengetahuan dalam ayat kauniyah dapat diejawantahkan menjadi sebuah epistemologi ilmu yang dapat diakses dan dikembangkan sesuai tingkat perkembangan zaman. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah kita harus memulainya dari mana? Langkah awal yang dapat kita lakukan adalah dengan cara menyambung rekaman sejarah lama umat Islam terdahulu sebagai warisan khazanah keilmuan kita bersama. Sejarah peradapan bukanlah hanya untuk dijadikan kebanggaan semata, tapi bagaimana kita mampu merekonstruksi kembali makna sejarah itu untuk kepentingan masa kini dan masa yang akan datang.</p>
<p>Harapan bersama lewat usaha ini kita dapat melepaskan kecanduan ilmu pengetahuan Islam dari jeratan sekularisme-modernisme. Sehingga tidak ada lagi dua aspek yang saling berhadapan yaitu ilmiah dan religius (Islam vis a vis Barat). Akan tetapi suatu pemahaman yang utuh atas kebenaran yang tunggal yaitu ilimiah sekaligus religius. Jangan biarkan kehidupan umat Islam tercabut dari prinsip-prinsip agama dan terpisah dari ilmu pengetahuan rasional.  Oleh karena itu, umat Islam harus menjaga pemikiran Islam agar tetap sesuai dengan realitas kehidupan manusia modern dan mampu merespon kebutuhan manusia modern dengan berdasarkan asas-asas keislaman.</p>
<p>*) Qurroti A&#8217;yun<br />
Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Malang</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aaxu.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aaxu.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aaxu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aaxu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aaxu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aaxu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aaxu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aaxu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aaxu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aaxu.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aaxu.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aaxu.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aaxu.wordpress.com&blog=2444138&post=30&subd=aaxu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aaxu.wordpress.com/2008/02/20/dialektika-islam-vis-a-vis-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/275daa3ff4eeb3a301f51086e0470d64?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">aaxu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>