Posted by: aaxu on: February 20, 2008
Oleh: Qurroti A’yun*)
Judul : Anak Hiperaktif: Cara Cerdas Menghadapi Anak Hiperaktif dan Gangguan Konsentrasi
Penulis : Ferdinand Zaviera
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Juni 2007
Tebal : 184 halaman
Semua orang tua pasti menginginkan anaknya lahir dengan selamat dan normal, baik secara fisik, perilaku maupun mental. Namun, bagaimana jadinya jika pada kenyataannya bahwa anak mereka harus mengalami ketidaknormalan. Tidak mudah ketika orang tua harus berhadapan dengan kondisi anak yang seperti ini. Lazimnya seperti halnya gejala autis dan hiperaktif yang sering terjadi pada anak-anak.
Gejala autis dan hiperaktif adalah termasuk gangguan yang disebabkan oleh perkembangan otaknya yang tidak normal. Sehingga membuat pertumbuhan sang anak menjadi tidak biasa. Pada awalnya gangguan seperti ini tidak tampak pada usia batita, baru dapat dipastikan saat menjelang masuk sekolah atau di atas usia 4 atau 5 tahun.
Akan tetapi, tidak semua perhitungan umur seperti ini bisa dijadikan sebagai patokan yang pasti. Karena batasan usia terkena gangguan semacam ini memang bervariasi. Bisa jadi seorang anak justru mengalami gangguan ini pada usia batita. Oleh karena itu orang tua harus selalu waspada dalam menghadapi setiap perkembangan anaknya.
Untuk itu, sepatutnyalah orang tua memiliki pengetahuan yang cukup mengenai gejala gangguan-gangguan yang rawan terjadi pada anak-anak tersebut. Berdasarkan yang demikian itu- sebelum hal-hal tersebut terlanjur terjadi- alangkah baiknya jika anda para orang tua untuk membekali diri salah satunya dengan membaca buku “Anak Hiperaktif; Cara Cerdas Menghadapi Anak Hiperaktif dan Gangguan Konsentrasi” karya Ferdinand Zaviera, pria keturunan Jawa-Inggris ini.
Setelah lulus dari salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta tahun 2003, penulis belajar mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan dan kemudian terjun ke dunia anak-anak. Kecintaannya kepada anak-anak mendorong dia untuk menulis buku ini. Ditambah beberapa naskah variatif lainnya yang masih tentang seputar dunia anak-anak.
Lewat buku ini orang tua akan diantarkan untuk dapat memahami dan mengerti bagaimana hiperaktif dan gangguan konsentrasi itu, serta bagaimana cara menghadapinya. Sehingga bila anaknya menampakkan gangguan seperti ini, orang tua bisa langsung tanggap dan memberikan langkah-langkah yang tepat dan benar.
Selama ini masih banyak orang tua yang tidak faham akan gejala-gejala gangguan tersebut. Sampai-sampai melakukan kesalahan dalam menilai perkembangan anak. Misalnya, terburu-buru melabeli (menjuluki) anaknya sebagai anak yang nakalyang suka bikin onar. Sikap yang keliru seperti inilah yang hanya akan menambah parah perkembangan jiwa dan juga bahkan fisiknya. Padahal, segala perilaku anak yang mengalami gangguan tersebut bukanlah keinginan sang anak. Tetapi karena memang ada gangguan pada saraf dan otaknya.
Sekilas memang sulit untuk membedakan mana anak yang termasuk mengalami gangguan, dan mana anak yang tidak termasuk mengalami gangguan. Pada dasarnya balita yang aktif adalah wajar, karena inilah usia di mana anak sedang giat-giatnya mengeksplorasi lingkungannya. “Dalam rentang usia itu balita berada dalam fase otonomi atau mencari rasa puas melalui aktivitas geraknya. Tapi lain halnya kalau ia terlalu aktif atau malah hiperaktif, maka tentu saja ini tidak wajar” tegas dr. Dwijo Saputro, psikiater anak dan pimpinan “SmartKid”, klinik perkembangan anak dan kesulitan belajar di Jakarta.
Tapi sekarang, dengan hadirnya buku “Anak Hiperaktif; Cara Cerdas Menghadapi Anak Hiperaktif dan Gangguan Konsentrasi” ini, orang tua tidak perlu cemas mengalami kesulitan lagi untuk mengenal anak hiperaktif sejak dini. Secara umum dapat diamati bahwa cirri-ciri anak hiperaktif adalah anak yang cenderung selalu mengganggu teman, tidak bisa diam, kemampuan akademik tidak optimal, kecerobohan dalam hubungan sosial, sikap melanggar tata tertib secara implusif, serta mengalami kesulitan konsentrasi dalam belajar. Kemungkinan cirri-ciri perilaku seperti ni akan mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa jika tidak segera diobati.
Gangguan hiperaktif ini secara luas di masyarakat dikenal sebagai turunan dari “Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD)”. Apabila gangguan ADHD/hiperaktif ini tidak diobati, maka pada akhirnya akan menimbulkan hambatan penyesuaian perilaku sosial dan kemampuan akademik di lingkungan rumah dan sekolah. Akibatnya perkembangan anak menjadi tidak tidak optimal dengan timbulnya gangguan perilaku dikemudian hari.
Untuk itu, buku ini sangat cocok dan penting untuk dijadikan sebagai buku panduan bagi orang tua agar dapat mengenali lebih dini gangguan-gangguan semacam itu. Karena pada dasarnya penanganan anak penderita hiperaktif (ADHD) dalam bentuk terapi perilaku atau obat tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika tidak ditunjang oleh sikap kedua orang tuanya. Sikap kasih sayang dan perhatian yang cukup, serta mampu memahami kondisi si anak berdasarkan gangguan yang ia alami.
*) Qurroti A’yun,
Guru Al-Islam SD “Bertaraf Internasional” Bani Hasyim Singosari – Malang
Anak hiperaktif memang selalu ditemukan diberbagai kondisi dan tempat khususnya pada sekolah TK dan Sd,dan tak dapat dipungkiri harus ada usaha optimal agar anak hiperaktif disuatu kelas tidak menyebabkan dampak yang buruk kepada anak yang lain
makasih ya sumbernya……….
tulisan anda bagus. terimakasih refrensinya.
Salut. Cuma sy msh bingung, anak saya termasuk aktif atau hiperaktif ya? Di usianya yg hampir 4 tahun, sulit banget diajak belajar dan konsentrasi. Terima kasih referensinya.
Hiperaktif adalah sebuah kenyataan yang perlu didesain agar memberikan dampak bagi perkembangan anak senyatanya
thx sarannya,,,
ad saran gag buat karya ilmiahKu??
kbetulan judulnya, cara mengatasi anak hiperaktif,,
maklum ini karya ilmiah pertamaKu,,
Terima kasih untuk tulisannya, kebetulan saya lagi bingung bagaimana cara menangani anak hiperaktif
anak aq hiperakif ga ya,dia ngomongnya agak krg lancar,n telat bicara br bs ngomong umur 3.5th. ga bisa diam n konsentrasi kurang
Ass.Saya mau menanyakan bila ada seorang anak baru menyadari klo ada yg tidak beres dalam dirinya,,ketika berumur 21 tahun kemudianmerasa kurang nyaman dengan apa yang terjadi dalam dirinya yang kemudian dia telah konsultasi dgnpsikolog,ataupun psikiater,,apakah ada kiat2 lain utk mengatasi hambatan dalam dirinya,,hubungannya dengan ADHD yg diderita,
menjadikan anak hiperakif yg kita punya menjadi bintang kehidupan bagi orang tua, benar2 membutuhkan tenaga extra kalau perlu pengorbanan besar akan cinta kasih, untuk menjadikannya menjadi no. 1 di dunia.
Ass… terimakasih ntuk semuanya yg telah memberi solusi pada kami selaku OrangTua yg punya Putra maupun Putri yang Hiperaktif, memang Kita perlu Kesabaran, Tenaga, bahkan Biaya yng sifatnya “Extra” ntuk menangani Buah Hati Kita yng Mungkin bagi sebagian Orang adalah kekurangan tapi bagi saya adalah satu Kelebihan yg tidak semua Orang memilkinya….thanks…
saya baru baca artikel anda, dan thank`s bgt krn sy jadi lebih mengerti bgmn sebenarnya seoarng anak yg heperaktif. anaksaya berumur 5 tahun ( 6 agt.2009 ) nanti. nanti akan naik ke TK B. masalah yg sy hadapi sekarang setiap sy jpt anak sekolah gurunya selalu blg kalau anak sy susah sekali konsentrasi dan suka asyik dengan keinginannya sendiri , mis. guru menerangkan cara menulis anak saya malah ingin mewarnai. walaupun dirayu dia tetap kukuh ingin mewarnai begitu juga hari selanjutnya. guru tsb memfonis kalo anak sy hiperaktif. sy sgt takut . umur
3 th saat skl ply grp. ada dr. psikolog di skl nya dan anak sy sempat di tes dan dinyatakan tdk heperaktif. tolong bantu sy, sy sgt cemas dengan keadaan anak saya. anak sy laki – laki. mohon bimbingannya apa yang hrs sy perbuat. terimakasih sebelumnya.
betul sekali yang teman2 katakan karena saya mengalami apa yang teman2 alami yaitu merawat anak hiperaktif mesti dengan penuh kasih sayang dan banyak berkorban. saat itu usianya baru 3,5 tahun ketahuan namun dengan segala macan cara tanpa obat-obatan alhamdulillah bisa mendekati normal, bisa masuk sd biasa di usianya yang 7 tahun. terima kasih tk basic 5 sekolah yang telah membimbing anak saya hingga selesai
i want to know more about hyperactive and who the researcher.tq
anakku perempuan, 5 tahun, kalau di rumah jarang bisa duduk lama. senengnya jalan-2 sambil menceritakan sesuatu dgn gaya bahasa seperti bahasa iklan atau sinetron atau penyiar tv. kalau di sekolah dia bisa duduk diam dan cenderung pendiam nggak mau ngomong. apa anakku hiperaktif? thank’s
saya tertarik dengan buku anda.dimanakah saya bisa membelinya?
saya tertarik dengan buku anda.dimanakah saya bisa mendapatkannya?
sy sangat tertarik dengan buku anda.dimana kira2 sy bs mendapatkannya? sy sudah kewalahan menghadapi anak sy yg hiperaktif.di sekolah tidak bs tenang dan tidak mau mengerjakan tugas sampai tuntas. bila dipaksa pasti akan teriak.teriakannya mengganggu teman2nya.terima kasih
Saya tertarik pada buku anda yang berjudul “Mengenal anak hiperaktif sejak dini”. Saya tinggal di Pontianak (kalimantan barat), apakah buku anda ada dijual di Pontianak, kalau ada dimana saya bisa mendapatkannya. Thank’s
menghadapi anak hiperaktif, butuh kesabaran tingkat tinggi. tapi seru kok…
Thx atas informasinya. Mmg betul kt sbg orgtua dari anak yg memp gannguan konsentrasi hrs bs lbh besabar dalam menghadapi mrk, krn sesungguhnya kebanyakan dr mrk adalah anak2 yg pandai
anak saya berusia 4 th lebih,dia belajar hanya hal2 yang dai sukai,tidak punya motivasi untuk mendapat nilai bgs,cenderung cengeng,lebih suka melanggar aturan yang saya buat jika dminta melakukan tugas yang dia tidak mau,susah konsentrasi,tp di sekolah tmasuk anak penurut dan tidak bikin ulah sangat berbeda saat dirumah.Apakah saya memerlukan terapi khusus untuk menghadapi dia?
Anak ketiga saya usia 5,4 tahun, perempuan sudah sekolah PG 2 tahun, TK A 1,5 tahun. belum bisa bicara kalau minta sesuatu memakai gerakan tubuh, misalnya menarik baju. Disekolahan tidak mau diam, ada aja yang dikerjakan tapi kalau sudah capek di sekolah tidur. Terapi wicara dan SI selama 3,5 tahun. Terapi alternatif ada tiga tempat yang pertama dipijat, (diberi obat dan dipijat) dan sekaligus obat dan pijat. Diagnosa dokter, anak saya bukan autis hanya kurang stimulasi sejak kecil karena hasil observasi dia mau main dengan boneka, renang, mandi bola, diajak bicara ada respon dan mata fokus biarpun hanya sebentar. Kalau pergi pinginnya ke warung atau minimarket untuk beli es krim atau minuman dan makanan ringan, dia suka membaca atau melihat-lihat buku-buku tentang masakan, buah dan mobil. Suka nonton kaset DVD film anak-anak. Saya mulai sadar anak ada keanehan sejak umur 2 tahun, Katanya terapis alternatif anak kebanyakan obat atau dosis tinggi, pernah jatuh dan syaraf tukang belakang ada benjolan sudah tahunan, sehingga menggagu alat wicaranya. Sampai sekarang saya terus berusaha dan berusaha sampai dia bisa bicara layaknya anak normal. Ya Allah berikanlan Mukjizat terhadap mutiaraku.. amin.
March 2, 2008 at 12:34 pm
Idealnya kita tidak terjebak dengan segala macam label bagi anak, utamanya label-label negatif. Masalahnya sekarang banyak orang tua yang menganggap anaknya hiperaktif karena sulit berkonsentrasi. Padahal sudah jamak kalau tenggang konsentrasi anak memang masih pendek. Memang seharusnya masyarakat kita diberi gambaran yang jelas tentang istilah hiperaktif ini, agar tidak menyesatkan sehingga memberikan label yang gegabah.